Prasetyo alias Tyo, teman masa kecil Ariel, tyo sedikit bercerita tentang masa kecil Ariel, Tyo : ariel dari kecil sangat sensitif. Dia juga pendiam. Pundungan (mudah tersinggung). Kalau enggak diajak main, dia cemberut bahkan menangis. Kami harus merayunya agar dia baik lagi. Dia memang anak mama," cerita Tyo sambil tertawa.
Semasa SD, lanjutnya, Ariel yang dulu dikenal dengan nama Irham, suka main bola,"Tapi kalau didekati teman perempuan, langsung minder." Namun di balik diamnya, lanjut Tyo, "Dia kayak menyimpan sesuatu yang bisa meledak kayak bom waktu. Pernah satu saat dia berantem, lawannya dipukuli dan diinjak Ariel. Padahal, badan lawannya lebih besar, sedangkan Ariel termasuk kecil." (ungkap tyo sambil tertawa)
Masa kecil Nazriel Irham atau Ariel sangatlah bahagia. Ia begitu beruntung karena dikelilingi orang-orang baik yang cukup membantu membuat hidupnya menjadi lebih baik. Seperti kebanyakan anak kecilnya lain, Ariel juga mengikuti rutinitas ngaji di sekitar rumah. guru ngaji Ariel di Bandung, H. Maslani menceritakan hal yang istimewa dari Ariel adalah jiwa musiknya yang sudah terpupuk. “Istimewanya Ariel itu hobi bermusik, kalau lagi ngaji bahkan dia suka bawa gitar,” ujarnya mengenang anak muridnya itu.
Kehidupan sosialisasi Ariel juga dapat dikatakan berjalan mulus. Di balik sifat diam dan tenangnya, Ariel termasuk orang yang gampang bergaul. Sikap baik Ariel juga sangat tergambar saat dirinya berkumpul dengan para teman-temannya. “Ariel biasa nongkrong sambil main gitar sama teman-teman. Dia juga suka bawa makanan untuk yang lain,” cerita Levi, tetangga Ariel di Bandung.
Ariel di mata penjaga keamanan di lingkungan rumah pun dinilai ramah. Sikapnya tidak pernah terlihat macam-macam, dan menyimpang dari anak-anak seusianya. Hanya saja, Ariel kecil gemar menghabiskan waktu dengan para teman-teman wanita kecilnya, sambil bermain masak-masakan. ( haha...) “ Kalau saya lagi keliling komplek, suka sekelibatan melihat Ariel main masak-masakan di lapangan basket,” kenang Muslimin, keamanan di lingkungan rumah Ariel.
Sikapnya yang baik, ramah dan jujur membuat Ariel disukai banyak orang. Bisa dibilang Ariel nyaris tidak mempunyai musuh. Di balik itu semua, Ariel tetaplah pria misterius yang bisa dengan tiba-tiba diam, lalu memainkan gitar dan kembali diam lagi.
Sabtu, 13 Juli 2013
Masa-Masa Kecil Nazriel Irham/Ariel
Prasetyo alias Tyo, teman masa kecil Ariel, tyo sedikit bercerita tentang masa kecil Ariel, Tyo : ariel dari kecil sangat sensitif. Dia juga pendiam. Pundungan (mudah tersinggung). Kalau enggak diajak main, dia cemberut bahkan menangis. Kami harus merayunya agar dia baik lagi. Dia memang anak mama," cerita Tyo sambil tertawa.
Semasa SD, lanjutnya, Ariel yang dulu dikenal dengan nama Irham, suka main bola,"Tapi kalau didekati teman perempuan, langsung minder." Namun di balik diamnya, lanjut Tyo, "Dia kayak menyimpan sesuatu yang bisa meledak kayak bom waktu. Pernah satu saat dia berantem, lawannya dipukuli dan diinjak Ariel. Padahal, badan lawannya lebih besar, sedangkan Ariel termasuk kecil." (ungkap tyo sambil tertawa)
Masa kecil Nazriel Irham atau Ariel sangatlah bahagia. Ia begitu beruntung karena dikelilingi orang-orang baik yang cukup membantu membuat hidupnya menjadi lebih baik. Seperti kebanyakan anak kecilnya lain, Ariel juga mengikuti rutinitas ngaji di sekitar rumah. guru ngaji Ariel di Bandung, H. Maslani menceritakan hal yang istimewa dari Ariel adalah jiwa musiknya yang sudah terpupuk. “Istimewanya Ariel itu hobi bermusik, kalau lagi ngaji bahkan dia suka bawa gitar,” ujarnya mengenang anak muridnya itu.
Kehidupan sosialisasi Ariel juga dapat dikatakan berjalan mulus. Di balik sifat diam dan tenangnya, Ariel termasuk orang yang gampang bergaul. Sikap baik Ariel juga sangat tergambar saat dirinya berkumpul dengan para teman-temannya. “Ariel biasa nongkrong sambil main gitar sama teman-teman. Dia juga suka bawa makanan untuk yang lain,” cerita Levi, tetangga Ariel di Bandung.
Ariel di mata penjaga keamanan di lingkungan rumah pun dinilai ramah. Sikapnya tidak pernah terlihat macam-macam, dan menyimpang dari anak-anak seusianya. Hanya saja, Ariel kecil gemar menghabiskan waktu dengan para teman-teman wanita kecilnya, sambil bermain masak-masakan. ( haha...) “ Kalau saya lagi keliling komplek, suka sekelibatan melihat Ariel main masak-masakan di lapangan basket,” kenang Muslimin, keamanan di lingkungan rumah Ariel.
Sikapnya yang baik, ramah dan jujur membuat Ariel disukai banyak orang. Bisa dibilang Ariel nyaris tidak mempunyai musuh. Di balik itu semua, Ariel tetaplah pria misterius yang bisa dengan tiba-tiba diam, lalu memainkan gitar dan kembali diam lagi.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar